Friday, November 17, 2017

Niatnya Mau Bayar Iuran Listrik Malah Dapat Enak

Anda sedang membaca Niatnya Mau Bayar Iuran Listrik Malah Dapat Enak hanya di DesahanCeritaDewasa.
Silahkan menggunakan tombol Bookmark untuk mendapatkan notifikasi Cerita Dewasa Terbaru dilain waktu saat Anda mengunjungi DesahanCeritaDewasa. Kami sangat bersyukur jika Anda membiarkan DesahanCeritaDewasa menjadi situs cersex favorit Anda.

Niatnya Mau Bayar Iuran Listrik Malah Dapat Enak
Niatnya Mau Bayar Iuran Listrik Malah Dapat Enak

Cersex Dewasa - Ini adalah pengalaman saya dengan Bu Ani, tetangga saya. Waktu itu kira-kira jam 9 pagi saya berniat mau kerumahnya untuk membayar listrik karena memang dibantu oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya karena kebetulan belum pasang listrik sendiri…Trus sesampai dirumahnya ternyata sepi sekali. Aku kira tidak ada orang di rumah. Tapi aku liat pagar tidak dikunci, jadi inisiatif aku buka aja kemudian aku ketuk pintu rumah bu Ani…

“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas Rio…,masuk..”Aku pun langsung masuk kedalam rumah, kulihat Bu Ani pagi itu begitu seksi dengan menggunakan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga terlihat tubuh bu Ani yang montok..”Wah kalo kayak gini bisa kacau ni otak…” kataku dalam hati”Ini bu, saya mau bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Saya dobel aja, kebetulan ada rejeki…” aku memulai pembicaraan.

“Oalah….kenapa kok pake didobel segala sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dulu, khan tanggalnya juga masih muda gini, barangkali ada keperluan mendadak khan bisa dipakai dulu…” katanya.

“Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Dari pada ntar kepakai bulan depan saya jadi bingung bayarnya….” Jawabku.

“Mas Rio ini bisa aja..masalah itu mah gampang mas bisa diatur…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah.

“Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi.

“Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dulu..Oh iya mas Rio mau minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi.

“Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.

“Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi.

“Boleh deh bu, terima kasih…..” jawabku sambil tersenyum.

Ibu Ani pun langsung masuk kedapur, Sementara aku hanya terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tidak kurang.

Ibu Ani keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.
“Silakan diminum mas…”

“Terima kasih bu..” Jawabku.

Bu Ani duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Aku mencium aroma wangi sekali, ditambah pemandangan indah karena daster bu Ani agak rendah sehingga aku bisa melihat belahan dadanya yang putih dan padat berisi. Nampaknya bu Ani baru selesai mandi. Aku merasakan kontol aku mulai membesar melihat pemandangan yahud ini…

“Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?”

Aku agak terkejut karena pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu Ani sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu saya bayar semua. Ini a…ada dua ratus ribu saya titipkan semua aja..” kataku gugup. Bagaimana tidak. Ketika menyebutkan jumlah tadi, pose bu Ani sangat menantang, dengan belahan dada yang nampak jelas dan paha yang menganga..

“Lho kok kaget?? Kenapa?? Dibayar satu dulu aja gak apa2 kok mas” katanya.
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran saya ada kok. Saya bayar semua aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu Ani yang begitu menantang..

Nampaknya bu Ani mengetahui aku menyelidiki dadanya yang sekal itu..Namun bu Ani hanya tersenyum tanpa berusaha menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas Rio liatin apa sih koq kayaknya jadi gak konsentrasi gitu??”
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh aku mulai bingung, sementara bu Ani tersenyum memandang ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Masalah duitnya ntar aja deh, keliatannya mas Rio lagi bingung gitu…” katanya sambil tersenyum nakal.

Tiba2 bu Ani menyentuh pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja kenapa mas??” Tanya bu Ani sambil menunjuk dadanya.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup
“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus sampai gak berkedip gitu..?” katanya sambil semakin mendekat ke aku.
“Suka ya???” Tanyanya lagi
“Mau??” aku semakin tidak bisa menjawab. Tapi kontolku semakin tegang karena bu Ani mengelus-elus pahaku.

“Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu Ani langsung melumat bibirku dan tangannya meremas-remas kontol ku, pikiranku sangat kacau, aku masih bingung dan belum percaya kalo saat ini aku bermesraan dengan bu Ani, yang selalu jadi fantasi sex ku. Birahiku pun mulai bangkit, aku pun mulai meremas-remas payudara bu Ani yang tadinya hanya aku liatin saja. Kami saling melumat dan tangan bu Ani terus meremas-remas kontolku. Tanganku pun mulai menelusup dari sela-sela daster bu Ani dan masuk ke dalam BHnya. Aku mainkan dan aku pilin-pilin puting susu bu Ani yang mulai mengeras.

“Terus mas Rio…ssshhs, enak banget..” dan tangan bu Ani mulai membuka celana jeans ku, aku pun membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga kini tinggal cd yang melekat.

“Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mencium bibirku.

Bu Ani langsung masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu Ani kini tinggal berbalut BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku nakal bu Ani mulai membuka bh dan cd nya. Kini bu Ani telah telanjang bulat dihadapanku…

“Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu Ani satu per satu dari atas sampai bawah. Tubuh bu Ani memang sangat mulus, kulitnya putih, payudaranya begitu menantang dengan puting kemerahan yang mengacung. Apalagi memek bu Ani, begitu indah dengan klitoris yang menonjol, serta tidak ada satu helaipun bulu jembutnya..nampak sehabis dicukur.

“Kok malah bengong mas Rio….sini dong”

Bu Ani duduk di tepi ranjang dan kemudian aku mendekat dan menunduk mencium bibirnya. Tangan bu Ani melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku.

“Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa begini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang aku keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu Ani sambil mengelus-elus kontolku, sesekali dijilati ujung hingga buah pelirku juga tak lepas dari jilatan bu Ani.
Aku hanya terpejam menikmati servis dari bu Ani ini. Bu Ani kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu enak banget bu, terus bu.

Kemudian bu Ani berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim.

Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Dia pun mengulum kontolku dengan lihai. Nikmat sekali rasanya, lebih nikmat dari hisapan istriku….

“ahh….Terus bu”, aku pun mulai memompa kontolku didalam mulut bu Ani sehingga mulut bu Ani terlihat penuh. Sesekali bu Ani menggunakan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar nikmat.

Sekitar 10 menit bu Ani mengoralku, sebelum akhirnya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mencium bibirku.

Ternyata bu Ani sangat menyenangi foreplay. Terbukti berkali-kali dia menjilat leher hingga belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar biasa. Aku pun tidak tinggal diam. Kini aku remasi payudara bu Ani sambil aku jilat lehernya. Payudara nya juga tak luput dari jilatan dan remasanku sampai aku mulai mengulum putingnya. Bu Ani hanya mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapat perlakuan ini dariku. Sesekali aku gigit2 kecil putingnya dan bu Ani melenguh nikmat karenanya….

Perlahan aku baringkan bu Ani sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….enak banget lidahmu….ahhh….mas Rio pinter…..eeehmm..” bu Ani mengeliat.

Aku pun menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, ternyata cairannya bu Ani banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener basah oleh ludahku yang bercampur lendirnya..

Aku pun mengangkangkan kakinya agar bisa menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu aku kulum-kulum dan sesekali kugigit pelan-pelan.
Ouch…nikmat banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”
Aku pun menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu Ani pun menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…aku gak pernah senikmat ini……jari kamu enak banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tak lama kemudian bu Ani menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mempercepat permainan fucking finger ku di memeknya..
“Shhhhh…,uhhhhffff…aku mau keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu Ani menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih.

Bu Ani keliatan lemas….aku pun kembali berjongkok di atas kepala bu Ani dan kembali ku sodorkan kontolku..

Bu Ani pun menghisap dengan kuat kontolku..aku membalikkan badanku sehingga posisi kami sekarang 69, aku menahan badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu Ani. Sementara memek bu Ani kembali basah dan aku terus mengelus elusnya.

Aku pun memperbaiki posisiku dan kini kami sama-sama berbaring..
Kulumat bibir bu Ani yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..

“Shh..uhf.. nikmat banget mas…aaahh….masukin sekarang mas….auuhhhh..cepet mas aku udah ga tahan nih..gatel banget rasanya.”

Bu Ani pun kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan hingga terlipat menyentuh payudaranya…

Kini bibir memek bu Ani muncul keluar dan menganga seakan berteriak minta dientot. Aku pun mengarahkan kontolku ke vagina bu Ani dan mulai menggesek-gesekannya..

”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Aku pun menancapkan kontolku dengan cepat masuk ke dalam vagina bu Ani yang sudah basah.

“Ouhhhh….pelan-pelan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Ternyata memek bu Ani masih sempit dan enak banget kontolku serasa dipilin-pilin. Aku pun memompa terus memek bu Ani…semakin lama semakin cepat..

“Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian aku berhenti dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu aku diamkan…..aku ciumin payudara bu Ani…lalu aku kulum putingnya…Dan secara tiba2 aku goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kamu…a.oooohhh…..enak mas….” Bu Ani meracau tak karuan. Kemudian tubuh bu Ani mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali..

“Ouh..aku keluar lagi mas…..enak mas…..enak banget,”
Aku pun membalikkan badan bu Ani dan ternyata bu Ani langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami dogy style..aku pun memasukan kontolku kedalam memek bu Ani.. “Ouhh…..mas….kamu kuat banget….ahhhhhh…..Rio…..terus sayang…..nikmat banget ”

Baca juga  :  Hadiah Terakhir Nan Indah Dari Riniku Yang Cantik

Aku terus memompa memek bu Ani sambil meremas-remas payudara bu Ani yang bergelantungan..

”Ouh..ahh..terus mas….,aku gak tahan lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu Ani. Aku pun merasa ada yang mau keluar dari kontolku,,,,aku semakin mempercepat kocokanku di memek bu Ani. “huffft….aahhh….oh….sayang….aku mau keluar nih…” seruku. Aku tak peduli lagi dengan beda usia kami. Aku panggil bu Ani dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Rupanya tak dapat kutahan lebih lama lagi. Dengan tusukan terakhir aku berhenti dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu Ani. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu Ani. Aku merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu Ani orgasme lagi..
“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu Ani tersenyum puas…lalu aku kecup bibirnya…..
“makasih mas……enak banget…..” ujar bu Ani.
“Iya sayang….aku juga merasa enak banget….puaaaassss sama kamu….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai meraba payudaranya lagi.
“mas….aahhhh udah dulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,aku cuma gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..

Kami pun berpakaian lagi. Ketika hendak pamit, bu Ani melumat bibirku dan meremas kontolku….
“Uangnya dibawa aja dulu ya…..bulan depan aja bayarnya…..” kata bu Ani di sela2 ciuman kami.
“Aku balas meremas payudaranya lalu aku kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya gampang….ntar aku sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan senang hati” jawabku dan aku kulum bibirnya lagi sambil aku mainkan puting payudaranya….

Aku pun pamitan pulang. Sejak itu kami jadi sering ML kalo rumah bu Ani lagi sepi. Bahkan pernah juga di hotel kalo bener2 gak tahan dimana di rumah lagi ada anak-anaknya. Dan aku juga sering dibebaskan bayar listrik karena bu Ani puas dengan pelayanan yang aku berikan…